Lineage Komei Juku Muso Jikiden Eishin ryu Iaijutsu

Founder: Hayashizaki Jinsuke Shigenobu (1546 - 1621)
Grandmaster ke-2:  Tamiya Heibei Shigemasa (c. late 1500's)
Grandmaster ke-3:  Nagano Muraku Nyudo Kinrosai (dates uncertain)
Grandmaster ke-4:  Momo Gunbei no Jo Mitsushige (dates uncertain)
Grandmaster ke-5:  Arikawa Shozaemon Munetsugu (dates uncertain)
Grandmaster ke-6:  Banno Denemon no Jo Nobusada (dates uncertain)
Grandmaster ke-7:  Hasegawa Chikaranosuke Eishin (Hidenobu) (dates uncertain)
Grandmaster ke-8:  Arai Seitetsu Kiyonobu (dates uncertain)
Grandmaster ke-9:  Hayashi Rokudayu Morimasa (1661 - 1732)
Grandmaster ke-10: Hayashi Yasudayu Seisho (dates uncertain)
Grandmaster ke-11: Oguro Motoemon Kiyokatsu (dates uncertain)
Tanimura-ha
Grandmaster ke-12: Hayashi Masu (Masa) no Jo Masanari (dates uncertain)
Grandmaster ke-13: Yoda (Yorita) Manzo Norikatsu (Takakatsu) (dates uncertain)
Grandmaster ke-14: Hayashi Yadayu Masataka (dates uncertain)
Grandmaster ke-15: Tanimura Kame no Jo Yoritake (Takakatsu) (dates uncertain)
Grandmaster ke-16: Goto Magobei Masakatsu (Masasuke) (dates uncertain)
Grandmaster ke-17: Oe Masamichi (1852 - 1927)
Home
Samurai Indonesia adalah "official representative" Komei Juku honbu dojo Jepang. Samurai Indonesia secara resmi telah menjadi Indonesia Komei Juku sejak Oktober 2007. Klik disini untuk kembali ke halaman muka.
_____________________________

Sekiguchi Sensei
Sekiguchi sensei adalah Grandmaster ke 21 seni pedang samurai aliran Muso Jikiden Eishin ryu Iaijutsu. Dengan menerima tantangan kobudo yaitu "menang terhadap diri sendiri", latihan yang berat dari Sekiguchi sensei telah membawa nya ke titik dimana Sekiguchi sensei mendedikasikan dirinya sendiri ke latihan dan mengajar iaijutsu secara full time. Klik disini untuk membaca lebih lanjut.
_____________________________

MJER Iaijutsu

Muso Jikiden Eishin-ryu Iaijutsu yang dipraktekkan oleh dojo kami adalah keturunan dari suatu garis tradisi yang tak terputus yang merentang kembali ke sekitar 450 tahun yang lalu ke asal nya di zaman Jepang kuno. Klik disini untuk membaca lebih lanjut.
_____________________________

Naginatajutsu
Under construction.
_____________________________

Kurikulum
Dibawah ini adalah daftar kata dan teknik-teknik yang di pelajari di Indonesia Komei Juku dan Komei Juku Internasional lainnya. Klik disini untuk membaca lebih lanjut.
_____________________________

Contact Us
Silahkan klik disini untuk menghubungi atau kirim email ke Indonesia Komei Juku.
_____________________________

WebMail
Silahkan klik disini untuk Sign In @komeijuku.or.id email account.
Copyright © 2007 - 2009 Indonesia Komei Juku  ·  All Rights reserved
Powered by Samurai Indonesia
Grandmaster ke-21: Sekiguchi Komei (Takaaki) Soke
Yamauchi-ha
Grandmaster ke-18: Yamauchi Toyotake
Grandmaster ke-19: Kanemitsu Kono
Grandmaster ke-20: Masamitsu Onoe
Tentang Tosa Clan, Keluarga Yamauchi dan Biografi Hayashi Rokudayu Morimasa, Grandmaster ke 9 (1661 - 1732)

Di tahun ke tiga di era Enpo (1675), Morimasa (Grandmaster ke 9) menggantikan posisi ayahnya dalam melayani keluarga Yamauchi, dan menyebarkan iaijutsu dalam  bentuk Eishin ryu di wilayah Tosa. Setelah itu, Eishin ryu secara terus menerus hanya di ajarkan di wilayah Tosa (daerah kekuasaan keluarga Yamauchi) saja. Morimasa adalah orang yang memasukkan kata-kata iai Omori -ryu kedalam kurikulum Eishin ryu.

Hayashi Rokudayu Morimasa latihan iaijutsu di bawah Grandmaster ke 8 Arai Seitetsu Kiyonobu, yang pada waktu itu sedang tugas di Edo. Hayashi kemudian  menggantikan nya sebagai Grandmaster ke 9. Sepanjang tahun Genroku (1688 - 1704) Hayashi Rokudayu Morimasa memutuskan untuk menjadi samurai yang melayani Tosa clan (keluarga Yamauchi). Awalnya dia bertugas di bagian makanannya daimyo Tosa dengan menerima penghasilan 80 koku pertahun. Dia adalah seorang yang sangat luar  biasa, menguasai lebih dari 16 arts, seperti memanah dan berkuda (kyuba), seni tombak (sojutsu), kaligrafi, melukis, etiket dan Noh. Total nya dia melayani 5  generasi daimyo keluarga Yamauchi, dari kepala keluarga yang ke 4, Yamauchi Toyomasa (1641 - 1700) hingga keluarga ke 8, Yamauchi Toyonobu (1712 - 1767). Dia  juga kemudian di promosikan mendapat posisi sebagai pengawal berkuda nya daimyo keluarga Yamauchi, dengan penghasilan 150 koku pertahun. Hayashi meninggal di  tahun 1732 di usia 70 tahun. Setelah kematian nya, Eishin ryu hanya di ajarkan secara ekslusif di keluarga Yamauchi di Tosa clan.

Eishin ryu mengadposi 11 kata dari Omori ryu, yaitu 11 kata yang di mulai dari posisi seiza, yang aslinya, menurut yang di sampaikan oleh Oe Masamichi, dapat  di lacak kembali ke asalnya yaitu ke Hayashi Rokudayu. Rokudayu mewarisi kata-kata ini dari guru kenjutsu nya, Omori Rokurozaemon (Masamitsu), seorang ahli  pedang terkenal dari Edo saat itu. Sepertinya Masamitsu menciptakan sendiri style nya, dan menyebutnya Omori-ryu, dengan mengintegrasikan teknik-teknik dari  Hayashizaki Shinden ryu kedalam Shinkage Koryu. Hayashi Rokudayu kemudian mengajarkan kata-kata ini di Tosa dimana kemudian kata-kata tersebut menjadi kata  basic dari Eishin ryu.

Untuk melihat lineage Iaijutsu secara lengkap silahkan klik disini.


Biografi Grandmaster ke 17, Oe Masamichi (1852 - 1927)

Nama panggilan nya adalah "Roshu" dan nama samarannya adalah "Shikei". Nama nya di masa kecil adalah "Hamada Toma". Oe Masamichi lahir di hari ke 10, bulan ke 10 di tahun 1852, di desa Suga, wilayah Tosa (daerah kekuasaannya keluarga Yamauchi), di Kochi Prefecture. Oe masamichi meninggal di usia 75 tahun, pada tanggal 8 April 1927.

Oe Masamichi merubah nama Omori ryu dan Hasegawa ryu menjadi Seiza no Bu (Seiza Section) dan Tatehiza no Bu (Tatehiza Section). Lebih lanjut, sepertinya dia juga lah yang membentuk dan menata urutan kata kumitachi (dengan bokuto) yang hingga sekarang masih di praktekkan di Yamauchi-ha MJER iaijutsu dengan banyak sekali variasi nya.

Diantara murid-murid nya adalah Hokiyama Namio (yang kemudian nanti nya dikenal sebagai Hokiyama-ha/MJER iaido), Yamauchi Toyotake (yang kemudian nanti nya di kenal sebagai Yamauchi-ha MJER Iaijutsu dengan meneruskan tradisi Iaijutsu dari keluarga Yamauchi/Daimyo Tosa Clan), Nakanashi Iwaki, Nishikawa Baisui, Masaoka Kazutane (yang kemudian nantinya di kenal sebagai Masaoka-ha MJER iaijutsu), Yamamoto Harusuke, Koda Morio dan Fukui Harumasa. Lihat lineage Iaijutsu lengkap disini.

Dibawah ini adalah sertifikat/scroll (Kongen no Maki) yang diberikan oleh Oe Masamichi ke Yamauchi Toyotake sebagai penerus (Grandmaster) setelah Oe Masamichi.




























Biografi Grandmaster ke 18, Yamauchi Toyotake (1903 - 46)

Yamauchi Toyotake adalah cucu Daimyo Tosa Clan, Yamauchi Yodo (1827 - 72). Sudah menjadi kebiasaan keluarga Yamauchi, Yamauchi Toyotake memulai latihan iaijutsu nya sejak dari masih bayi. Di awal masa Showa (sekitar 1928) dia pindah ke Kyoto dan tinggal di sana selama 10 tahun. Setelah itu dia pindah ke Tokyo. Yamauchi Toyotake meninggal dunia di Rumah Sakit Gifu Kawazaki, terkena penyakit tifus yang dia dapatkan sewaktu berada di kapal evakuasi pada tanggal 10 Januari 1946.

Yamauchi Toyotake di panggil untuk memenuhi tugas militer di tahun 1941 dan di tugaskan di resimen Zentsuji. Sebuah inskripsi yang di tulisnya dengan kuas di tahun yang sama sampai sekarang masih di lestarikan di kuil Hoboji, yang terletak di desa Mitoyo, propinsi Kagawa.
























Foto Yamauchi Toyotake sedang latihan iaijutsu di dojo nya


Yamauchi Toyotake mengajarkan iaijutsu pada beberapa murid sepanjang 10 tahun dia tinggal di Kyoto, yang kemudian banyak diantara mereka yang pindah ke daerah-daerah yang berbeda untuk menyelesaikan latihan mereka. Ada juga yang tetap tinggal di Kyoto.

Ketika Uno Mataji bertanya ke gurunya Oe Masamichi mengenai alasan nya kenapa dia hanya mengajarkan iaijutsu kepada Yamauchi Toyotake dan tidak kendo, Oe Masamichi menjawab, sangat tidak tepat untuk memukul keturunan seorang daimyo dengan tongkat bambu. Kalau melihat foto Kongen No Maki yang di berikan oleh Oe Masamichi kepada Yamauchi Toyotake di atas, jelas terlihat bahwa nama Yamauchi Toyotake ditulis dengan huruf kanji yang jauh lebih besar dari pada nama gurunya sendiri Oe Masamichi. Perbedaan ukuran tulisan kanji ini sangat di mungkin kan karena Oe Masamichi sangat menaruh respect kepada Yamauchi Toyotake, cucu seorang Daimyo Tosa Clan Yamauchi Yodo (Toyoshige), dan menunjukkan kebanggan nya sebagai seorang samurai yang pernah mengabdi kepada Tosa clan di bawah Daimyo Yamauchi Yodo sepanjang hari-hari terakhir masa kejayaan shogun Tokugawa.