


Muso Jikiden Eishin ryu Iaijutsu
Iaijutsu biasanya dikenal sebagai “Seni Pedang” karena seorang praktisi iaijutsu akan belajar bagaimana caranya mencabut dan menebas dengan katana (biasanya orang Indonesia menyebutnya pedang samurai) dengan gerakan yang cepat dan gemulai. Bagaimanapun juga, uraian Iaijutsu yang lebih harfiah menerangkan tujuan yang lebih mendalam. “I” artinya “menjadi” atau “duduk” dan “ai” artinya “harmonis” sedangkan “jutsu” artinya “seni.” Maka bersama-sama Iaijutsu dapat dipandang sebagai Seni Keharmonisan Makhluk hidup. Siswa Iaijutsu tidak berlatih untuk mengalahkan orang lain, tetapi lebih untuk mengalahkan hal-hal di dalam diri mereka sendiri yang mencegah pengembangan diri mereka.
Iaijutsu dipraktekkan sebagai satu rangkaian kata. Masing-masing kata dimulai dengan posisi duduk dengan santai atau berdiri dengan pedang yang disarungkan. Kemudian, ada satu atau lebih musuh yang dirasakan tiba-tiba menyerang praktisi tersebut. Praktisi itu kemudian harus mencabut pedang nya dan melaksanakan gerakan menebas atau rangkaian tebasan dengan cepat untuk mempertahankan dirinya. Saat musuh yang dirasakan sudah dihalangi, pedang dibersihkan dan disarungkan kembali. Di tengah-tengah semua aksi dan konflik yang di rasakan ini, praktisi iaijutsu harus mempertahankan sikap pandang yang tenang seperti saat mereka sedang duduk atau berdiri.
Selain fokus meditasi untuk mencapai ketenangan, Iaijutsu juga menekankan kewaspadaan, ketepatan, efisiensi dan pemusatan pikiran yang berhubungan dengan penanganan saat memegang pedang dan penanganan terhadap diri sendiri. Aspek-aspek lain termasuk tatakrama dan penghormatan. Iaijutsu dapat dipelajari sendiri tetapi lebih baik lagi apabila dipelajari bersamaan dengan seni lainnya, seperti Chado (upacara minum teh), Shodo (kaligrafi Jepang), dan Kado (seni menata bunga), dan sering juga diajarkan bersamaan dengan budo dan atau bujutsu lainnya.
Saat ini, style iaido yang paling banyak praktisinya di Jepang adalah “Muso Jikiden Eishin-Ryu,” artinya adalah “Tiada Tandingannya, Pengajaran Langsung (mempunyai silsilah), Gaya Kepercayaan Murni.” Eishin-Ryu mengklaim suatu sejarah yang tak terputus sekitar hingga 450 tahun yang lalu, yang membuatnya menjadi bentuk seni beladiri tertua kedua di Jepang (satu-satunya budo dengan sejarah yang lebih lama adalah “Tenshin Shoden Katori Shinto-Ryu,” suatu sistem yang berwawasan luas dalam seni bertempur yang memasukkan beberapa “Iaijutsu,” seni menarik pedang dengan cepat dan bereaksi dengan cepat terhadap serangan yang mendadak.
Pencipta Eishin-Ryu adalah Hayashizaki Jinsuke Minamoto Shigenobu, yang hidup antara tahun 1546 hingga 1621 di daerah administrasi (yang kini bernama) Kanagawa Jepang.
Iaijutsu yang di ciptakan oleh Hayashizaki telah diberi banyak nama sejak itu dan telah diajarkan oleh guru besar ke murid hingga saat ini. Iaijutsu ciptaan Hayashizaki dianggap sebagai fondasi dua style utama iaijutsu atau iaido yang dipraktekkan di zaman sekarang ini: Muso Jikiden Eishin-Ryu dan Muso Shinden-Ryu. Pada setiap generasi, seorang ketua, atau soke, ditunjuk untuk memandu praktek seni beladiri ini dan masing-masing soke mempunyai pengaruhnya sendiri terhadap perkembangan aliran tersebut. Muso Jikiden Eishin-Ryu mengklaim garis silsilah yang tak terputus mulai dari Hayashizaki sampai generasi ke 21 yaitu soke saat ini, yang bernama Sekiguchi Takaaki (Komei).
Kebanyakan sejarawan iaijutsu setuju bahwa inspirasi untuk pengambilan nama Eishin-Ryu itu berasal dari nama soke generasi ke 7, Hasegawa Chikaranosuke Eishin. Yang pasti karakter kanji yang digunakan pada nama nya sama dengan yang digunakan pada nama style iaijutsu ini. Setelah generasi ke 11, iaijutsu bercabang menjadi Muso Shinden-Ryu oleh Nakayama Hakudo. Cabang aslinya dikenal sebagai Muso Jikiden Eishin-Ryu setelah Oe Masamichi. Sekarang ini dua style inilah yang paling banyak memiliki praktisinya di Jepang. Ada juga sejumlah lainnya, yang sedikit praktisinya, yaitu bentuk iai yang juga tumbuh dari seni Iaijutsunya Hayashizaki.
Muso Jikiden Eishin-ryu Iaijutsu yang dipraktekkan oleh dojo kami (Samurai Indonesia) adalah keturunan dari suatu garis tradisi yang tak terputus yang merentang kembali ke sekitar 450 tahun yang lalu ke asal nya di zaman Jepang kuno. Hayashizaki Jinsuke Shigenobu memulai teknik ini yang kemudian menjadi Iaijutsu karena kebutuhan setelah ayah nya dibunuh. Dan apabila, setelah menaklukkan lawannya yang kuat, Hayashizaki hilang kebutuhan akan Iaijutsu, kita mungkin tidak mengetahui nama nya hari ini. Tetapi daripada menjadi suatu alat sekali pakai, Hayashizaki menemukan suatu kegunaan yang abadi pada teknik ini. Ia menemukan suatu jalan yang kuat untuk mempertahankan hidup, sekaligus memperhalus jiwa manusia. Bekerja pada fondasi yang kuat ini, ia mulai membangun suatu gaya pedang yang akan bertahan hingga zaman modern ini.
Guru besar ke tujuh Hasegawa Eishin ikut membentuk sekolah iaijutsu bersamaan dengan perubahan waktu, benar-benar memelihara jiwanya yang abadi, dan menguasai suatu jenis pedang baru. Di zamannya, Hasegawa melihat evolusi pedang dari desain Tachi berubah menjadi Katana. Suatu model pedang yang berbeda, dengan cara yang berbeda dalam pemakaian (Tachi di kenakan dengan bagian tajam menghadap kebawah sedangkan Katana di kenakan dengan bagian tajam menghadap keatas). Perubahan-perubahan model dan gaya ini menuntut perubahan dalam teknik seni beladirinya. Suatu tantangan yang sungguh dijumpai oleh seorang lelaki yang namanya akan menjadi label style iaijutsu ini. Sesungguhnya adalah suatu demonstrasi di depan Toyotomi Hideyoshi di sekitar 1590 lah yang akhirnya memperoleh “ryu” sebutan “Muso Ken” (“Pedang Yang Tak Ada Tandingannya”).
Iaijutsu adalah seni konfrontasi yang saling berhadapan, dan mungkin konfrontasi jiwa dengan jiwa. Dalam bentuk paling sederhana nya, iaijutsu melibatkan teknik yang dengan cepat memanfaatkan pedang untuk berhubungan dengan suatu situasi yang mematikan dan kemudian mengembalikan pedang ke sarungnya dengan suatu cara yang penuh dengan gaya. Untuk menyebutnya “Mencabut Pedang Samurai Dengan Cepat” pada mulanya tampak benar-benar deskriptif, tetapi kemudian sebutan tersebut akan menjadi sepenuhnya masuk akal saat kecepatannya membuatmu menahan nafas.
Sesungguhnya seorang yang ahli dalam seni ini bisa bertindak dengan kecepatan buta. Menebas dengan ketelitian yang sangat tepat dan menggembalikan pedang ke dalam sarungnya sebelum engkau menyadari bahwa dia sedang bergerak. Tetapi hal ini, bukanlah benar-benar inti dari Iaijutsu. Sebab siapapun… siapapun dapat bergerak dengan cepat. Tetapi, untuk mengetahui kapan untuk bertindak, kapan untuk mempunyai rasa kasihan bahkan di saat berada di tengah-tengah konflik, dan untuk mampu melihat di luar permukaan suatu situasi, dan mengetahui apa yang harus di perbuat. Itulah Iaijutsu.
Iaijutsu adalah suatu seni berhubungan dengan perang (martial). Suatu konsep peperangan yang telah bertahan berabad abad. Iai adalah mengenai suatu individu, dan pedang. Iai adalah tentang menjumpai tantangan, dan bertahan hidup. Iai adalah mengenai tidak menyerah, tidak pernah berhenti dan melihat diri anda sendiri hingga akhir. Iai adalah mengenai menjelajah dan belajar, di dalam diri anda sendiri dan dunia.
Dengan tambahan akhiran jutsu, Iai mengklaim suatu sejarah aplikasi praktis militer. Suatu seni — tetapi suatu seni yang berhubungan dengan perang. Satu rangkaian konsep dan format turunan dari medan perang akan menjadi bagian dari pendidikan mu di dalam gaya pertempuran individu yang terhormat ini. Tetapi di dalam dirimu akan ada suatu pertempuran pribadi lebih lebih dalam. Jika kamu memenangkan pertempuran melawan dirimu sendiri ini, kamu akan mempelajari Iaijutsu dan tumbuh bersama dengannya. Jika kalah, kamu akan melihat pedang hanyalah sebagai sebuah pedang dan suatu seni cara membunuh yang kuno yang tidak lebih daripada hanya untuk menumpahkan darah.
Home
Samurai Indonesia adalah "official representative" Komei Juku honbu dojo Jepang. Samurai Indonesia secara resmi telah menjadi Indonesia Komei Juku sejak Oktober 2007. Klik disini untuk kembali ke halaman muka.
_____________________________
Sekiguchi Sensei
Sekiguchi sensei adalah Grandmaster ke 21 seni pedang samurai aliran Muso Jikiden Eishin ryu Iaijutsu. Dengan menerima tantangan kobudo yaitu "menang terhadap diri sendiri", latihan yang berat dari Sekiguchi sensei telah membawa nya ke titik dimana Sekiguchi sensei mendedikasikan dirinya sendiri ke latihan dan mengajar iaijutsu secara full time. Klik disini untuk membaca lebih lanjut.
_____________________________
Lineage MJER
Klik disini untuk melihat lineage Komei Juku Muso Jikiden Eishin ryu Iaijutsu.
_____________________________
Naginatajutsu
Under construction.
_____________________________
Kurikulum
Dibawah ini adalah daftar kata dan teknik-teknik yang di pelajari di Indonesia Komei Juku dan Komei Juku Internasional lainnya. Klik disini untuk membaca lebih lanjut.
_____________________________
Contact Us
Silahkan klik disini untuk menghubungi atau kirim email ke Indonesia Komei Juku.
_____________________________
WebMail
Silahkan klik disini untuk Sign In @komeijuku.or.id email account.



Copyright © 2007 - 2009 Indonesia Komei Juku · All Rights reserved